Perbedaan Tabungan, Investasi dan Asuransi

Bagi Bapak/Ibu yang baru mengenal asuransi, saya sarankan untuk membaca artikel perbedaan tabungan investasi asuransi ini, Supaya Bapak/Ibu tahu apa yang sebenarnya Bapak/Ibu perlukan. Jangan sampai salah pilih produk, sebenarnya yang dibutuhkan adalah menabung, tapi malah nyasar ke asuransi.

Bapak/Ibu tentu mempunyai cita-cita / tujuan di masa datang, mungkin ada yang ingin punya rumah, nyekolahin anak hingga perguruan tinggi, ibadah naik haji, dan lainnya. Namun sebagai manusia kita tidak bisa terlepas dari resiko kehidupan, yang setiap manusia normal akan mengalaminya; yaitu sakit (kritis), kecelakaan, cacat, meninggal dan tua. Resiko tersebut mau tidak mau tentu harus diantisipasi, karena dampaknya akan besar terhadap ekonomi keluarga. Salah satu caranya bisa dengan menabung, investasi dan asuransi.

Misalnya jika Bapak/Ibu perlu dana 150 juta, dalam waktu 15 tahun yang akan datang untuk sekolah Anak, Atau, ingin membeli mobil baru dalam 2 tahun ke depan, apa yang akan Bapak/Ibu lakukan? menabung ? investasi ? asuransi? atau kombinasi dari ketiga hal tersebut? Mudah-mudahan artikel berikut ini bisa membantu memberikan keputusan yang tepat untuk Bapak/Ibu.

Tabungan

Adalah kegiatan menyimpan atau mengumpulkan uang untuk keperluan di masa datang. Saya sebut menyimpan, karena dari tabungan, meskipun ada bagi hasil (atau bunga – di bank konvensional) namun pertumbuhan nilainya sangat lambat, bahkan kalah oleh nilai inflasi, sehingga sering kali selisihnya tidak banyak dengan uang yang kita setorkan.

  • jumlah yang kita setorkan relatif sama dengan jumlah yang akan kita dapatkan, meskipun ada selisih tidak akan signifikan
  • biaya juga biasanya hanya biaya administrasi saja.
  • sangat mudah untuk dicairkan, cocok untuk keperluan mendadak, atau berjaga-jaga
  • relatif aman, resiko kecil, tidak ada fluktuasi naik dan turun yang signifikan
  • tidak ada proteksi atas resiko kehidupan, apakah Bapak/Ibu bisa menjamin bisa terus menabung dalam jangka waktu yang panjang ?

Contoh di atas, jika ingin punya 150 juta dalam 15 tahun ke depan melalui tabungan, maka Bapak/ibu bisa menyisihkan uang sebesar 10 juta per tahun, atau sekitar 800rb-an per bulan.

Investasi

Investasi adalah menanamkan / menempatkan uang untuk mengharapkan hasil / keuntungan di masa yang akan datang. Jadi disini Bapak/Ibu hanya sekedar menempatkan uang (bukan bisnis / terjun usaha sendiri), bisa pada sektor non riil seperti beli saham, surat berharga, atau sektor riil seperti beli tanah, properti, perhiasan dan lainnya.

  • return / hasil bisa lebih tinggi berkali lipat dari nabung biasa, tapi juga ada resiko naik / turun hasil investasinya
  • faktor biaya lebih banyak dari tabungan
  • biasanya investasi akan memberikan hasil yang maximal dalam jangka panjang,
  • tidak ada proteksi resiko kehidupan

Contoh, untuk memperoleh 150 juta, mungkin bapak/Ibu tidak perlu menabung selama 15 tahun, mungkin bisa hanya 10 tahun, atau bahkan bisa kurang, jika instrumen investasi yang Bapak/Ibu pilih memberikan hasil yang bagus terus.

Asuransi

Asuransi adalah kegiatan perencanaan keuangan untuk mengelola resiko kehidupan, sehingga dapat menjamin keberlangsungan ekonomi suatu individu / keluarga. Sesuai pengertian tersebut, fungsi asuransi utamanya adalah mengelola resiko kehidupan.

Kenapa resiko tersebut harus diantisipasi? Karena saat hal-hal tersebut terjadi akan mengakibatkan dampak ekonomi yang besar terhadap keluarga, pendapatan keluarga akan berkurang dan bahkan bisa berhenti sama sekali.

Dengan mengikut asuransi, diharapkan, tujuan/cita-cita Bapak/Ibu di masa datang akan tetap bisa tercapai, meskipun terjadi resiko kehidupan terhadap peserta.

  • fungsi utama adalah proteksi, meskipun baru 1x setor, peserta/ahli waris akan mendapatkan manfaat asuransi sebesar yang ditetapkan di awal
  • cocok untuk tujuan jangka panjang.
  • sangat disarankan bagi yang memiliki tanggungan (berkeluarga)
  • sangat disarankan bagi yang memiliki cicilan
  • biaya lebih besar dari pada menabung dan investasi, bahkan untuk asuransi murni, nilai tunai hanya diperoleh jika terjadi resiko terhadap peserta.
  • Bagi peserta yang ingin tetap memperoleh nilai tunai, maka bisa memilih asuransi plus fitur saving/tabungan
  • peserta juga bisa memilih asuransi unit link, asuransi plus investasi, tentu dengan memahami konsekuensi potongan/biaya yang lebih besar di awal-awal tahun.
  • Pada asuransi unit link, ada yang namanya manfaat “payor sakit kritis”, dimana jika peserta terkena sakit kritis, maka peserta tidak perlu membayar premi lagi, premi akan dibayarkan oleh perusahaan (dari “dana tabarru”), sehingga saldo peserta akan terus bertambah, dan investasinya akan terus berkembang. Hal ini merupakan salah satu poin plus yang saya kira tidak bisa didapatkan jika Bapak/Ibu menabung/investasi biasa. Insya Allah lebih detilnya akan saya bahas di artikel lain.

Contoh di atas, jika Bapak/Ibu ingin menjamin tetap mendapatkan 150juta pada 15 tahun yang akan datang, meskipun ada resiko ditengah jalan, maka Bapak/Ibu bisa ikut asuransi. Asuransi akan memberikan manfaat 150 juta tersebut meskipun peserta baru 1x melakukan setoran.

Lalu bagaimana jika tidak terjadi resiko ? Apakah saya akan tetap mendapatkan 150 juta?

Jawabannya tergantung dari jenis asuransi yang Bapak/Ibu pilih. jika mengambil asuransi murni, maka peserta TIDAK AKAN mendapatkan nilai tunai. Jika mengambil asuransi plus saving / investasi, peserta akan memperoleh nilai tunai, namun nilainya akan bervariasi, karena ada banyak produk asuransi, yang masing-masing mempunyai ketentuan yang berbeda-beda.

CONTOH PERBEDAAN TABUNGAN INVESTASI ASURANSI

perbedaan-tabungan-investasi-asuransi
  1. Bapak A memilih menabung, maka jika terjadi resiko di tahun ke-4, uang yang diperoleh adalah sebesar saldo tabungannya. 10juta x 4 tahun = 40juta. 150 juta belum tercapai karena tabungannya STOP/BERHENTI.
  2. Bapak A memilih investasi, jika terjadi resiko di tahun ke-4, (anggap return investasinya bisa hampir 2x lipat dari menabung), maka yang diperoleh adalah 70juta. Investasinya akan STOP /BERHENTI. 150juta belum tercapai
  3. Bapak A memilih asuransi murni, jika terjadi resiko di tahun ke-4, ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar 150 juta. JIka memilih asuransi dwi guna, maka ahli waris akan memperoleh santunan + saldo nilai tunai. 150 juta TERCAPAI
  4. Bapak A memilih asuransi unit link, jika terjadi resiko di tahun ke-4, ahli waris akan memperoleh santunan sebesar 150juta + saldonya. Jika Bapak A mengambil payor CI, dan (misal) terkena sakit kritis, maka selain memperoleh santunan sakit kritis, asuransi jiwa dan investasinya akan terus berjalan, karena setoran preminya terus dibayarkan oleh Takaful (dari dana tabarru). Sehingga jika suatu saat nanti Bapak A meninggal, ahli waris akan memperoleh lagi yang berupa santunan kematian.

Mana yang sebaiknya dipilih ?

Jawabannya tergantung dari tujuan Bapak/Ibu :

  • Tabungan dipilih jika hanya ingin sekedar menyimpan uang
  • Investasi dipilih jika ingin menambah uang / asset
  • Asuransi, dipilih jika ingin melindungi aset / uang / penghasilan

Memang idealnya punya semua ya, tabungan ada, investasi ada, asuransi ada, namun tidak semua keluarga memiliki pendapatan yang cukup/berlebih, sehingga diperlukan penempatan pos-pos keuangan yang benar-benar tepat, gunakan skala prioritas, mana yang mendesak dulu. Dan yang tidak kalah penting, selalu pahami dengan benar ketentuan setiap produk tabungan, investasi , atau asuransi yang akan Bapak/Ibu ambil.

Jika yang Bapak/Ibu cari ternyata adalah tabungan / investasi MAKA JANGAN HUBUNGI SAYA:) silahkan ke bank atau ke perusahaan pialang reksadana/saham. Namun jika Bapak/Ibu berkeinginan untuk mengikuti / mengetahui tentang asuransi syariah takaful, silahkan jangan sungkan hubungi saya. Banyak koq pilihan produk asuransi takaful, insya Allah premi asuransi di takaful tidak selalu mahal, bahkan Takaful punya produk dengan minimal premi Rp.50.000 per tahun saja.

Yuk, miliki asuransi syariah, ayok bertakaful !